NETMEETING

NETMEETING KONFIGURASI....NETMEETING

NetMeeting adalah suatu perangkat lunak bawaan dari sistem operasi Microsoft Windows yang menyediakan fasilitas‐fasilitas untuk berkomunikasi antar penggunanya di seluruh dunia. Dengan fasilitas‐fasilitas NetMeeting anda dapat melakukan beberapa aktivitas melalui jaringan komputer yang diantaranya adalah :
  1. Melakukan pemanggilan ke komputer lain atau ke telepon biasa (via VoIP) dengan menggunakan jaringan komputer .
  2. Melakukan rapat/meeting dengan orang lain yang terkoneksi dengan jaringan
    yang kita gunakan secara audio/video.
  3. Berbagi (sharing) penggunaan program atau desktop.
  4. Pengendalian komputer jarak jauh.
  5. Diskusi dengan pengguna lain baik dengan suara, tulisan (chat) atau pun dengan gambar (whiteboard).
  6. Melakukan pengiriman dan penerimaan file.
KONFIGURASI NETMEETING
Sebelum digunakan, program NetMeeting harus dikonfigurasi terlebih dahulu. Ketika NetMeeting pertama kali dieksekusi, maka proses konfigurasi ini pasti dilakukan. Adapun langkah‐langkah konfigurasi program NetMeeting adalah sebagai berikut :

A. Jalankan/eksekusi file program NetMeeting
Ada beberapa cara pengeksekusian program NetMeeting, diantaranya :
  • Menggunakan Windows Explorer
    Carilah folder C:\Program Files\NetMeeting, kemudian double klik di file
    Conf.exe
  • ‐ Menggunakan menu Run
    Klik tombol menu Start �� Run �� Browse, kemudian cari file program NetMeeting yaitu C:\Program Files\NetMeeting\Conf.exe. Kemudian klik tombol OK untuk menjalankan program tersebut.

B. Jika program ini dijalankan untuk pertama kalinya, maka langkah konfigurasi harus dilakukan terlebih dahulu. Proses konfigurasi dimulai dengan layar berikut :

Pada gambar 3, layar program berisi keterangan mengenai NetMeeting. Klik tombol Next > untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

C. Langkah selanjutnya adalah pengisian informasi pribadi yang akan digunakan sebagai pengenal anda di komputer pengguna lain.

Isilah data‐data di atas sesuai dengan yang anda inginkan. Jika telah selesai, klik tombol Next > untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

D. Layar selanjutnya adalah layar pemilihan server direktori. Server direktori adalah sebuah server yang menampung nama‐nama pengguna yang dapat dipanggil oleh NetMeeting.

Karena kita hanya akan menggunakan NetMeeting dalam jaringan LAN maka ebih baik jika anda membiarkan pilihan‐pilihan tersebut tidak dicentang. Klik tombol Next > untuk ke langkah selanjutnya.

E. Layar konfigurasi selanjutnya adalah layar pengaturan jenis koneksi jaringan yang anda pakai.

Pilih Local Area Network karena jaringan yang dipakai adalah jaringan LAN. Jika NetMeeting digunakan untuk melakukan pemanggilan melalui jaringan yang menggunakan modem, maka boleh dipilih pilihan 1 atau 2. Klik tombol Next > untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya.

F. Layar berikutnya adalah layar pemilihan pembuatan shortcut NetMeeting.

Pilihlah lokasi pembuatan shortcut yang dilakukan. Klik tombol Next > .

G. Konfigurasi berikutnya adalah pengaturan perangkat audio.

Klik tombol Next > untuk meneruskan proses.

H. Perangkat audio yang pertama diatur adalah speaker. Layar berikut akan memperlihatkan bagaimana pengaturan speaker. Pengaturan speaker digunakan untuk memeriksa apakah speaker yang anda gunakan dapat digunakan dalam NetMeeting.

Klik tombol Test untuk melakukan pemeriksaan apakah speaker yang kita gunakan berfungsi untuk digunakan dalam program ini. Jika terdengar berarti speaker yang anda gunakan bisa dipakai dalam NetMeeting. Klik tombol Next > untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.

I. Perangkat audio selanjutnya yang harus diatur adalah microphone. Pengaturan microphone digunakan untuk memeriksa apakah suara dari microphone yang kita pakai dapat dideteksi oleh komputer.

Langkah selanjutnya adalah mengatur apakah microphone yang dipakai dapat digunakan dalam program ini. Cobalah dengan berbicara melalui microphone, dan lihatlah apakah suara kita terdeteksi oleh computer yang ditandai dengan bergeraknya indicator volume suara. Klik tombol Next > untuk meneruskan ke proses selanjutnya.

J. Layar selanjutnya layar terakhir konfigurasi.

Klik tombol Finish untuk menutup layar tersebut.

K. Jika anda menggunakan Windows XP dan mengaktifkan fasilitas Firewall maka akan muncul layar berikut.
Klik tombol Unblock agar program NetMeeting anda dapat melakukan komunikasi dengan user lain di komputer lain tanpa diblok oleh Firewall.


L. Jika konfigurasi telah dilakukan, maka layar utama NetMeeting akan tampil seperti gambar di atas

Apa itu Bit, Byte, Sector dan Cluster

Apa itu Bit, Byte, Sector dan Cluster

Catatan-Catatan Resmi Reiza Zulkarnaen Apa itu Bit, Byte, Sector dan Cluster , Belajar Ilmu Syar'i Untuk Meraih Ridha Illahi Apa itu Bit, Byte, Sector dan Cluster Tutorial Blogger Apa itu Bit, Byte, Sector dan Cluster Tips Seputar Komputer dan Ilmu Pengetahuan Lainnya di Reiza Zulkarnaen Semoga Banyak Manfaat yang Bisa Diambil.
Hard disk atau bisa disebut juga hard drive, fixed disk, HDD, atau cukup hard disk saja, adalah media yang digunakan untuk menyimpan file sistem dan data dalam komputer. Hard disk terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
  1. Piringan magnetik,
  2. Bagian mekanis,
  3. Head untuk membaca data
Piringan tersebut digunakan untuk menyimpan data, sedangkan bagian mekanis bertugas memutar piringan tersebut.
Piringan magnetik disk terdiri dari track dan sector. Track adalahbagian dari disk yang membentuk lingkaran konsentris. Sedangkansector adalah bagian dari track. Track dan sector ini dibentuk oleh komputer pada saat kita melakukan proses format. 1 (satu) sector = 512 byte. 1 (satu) byte = 8 (delapan) bit. Delapan bit (1 byte) = 1 (satu) karakter/huruf.
Jadi 1 sector bisa menampung 512 karakter. Sector-sector tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam cluster. Cluster adalah lokasi atau satuan terkecil yang dibutuhkan oleh suatu file. 1 (satu) cluster terdiri dari 2 sector. Jadi 1 cluster = 512 byte (1 sector) x 2 = 1024 byte (1 kilobyte atau biasa disingkat 1 KB). Pada saat kita melihat ukuran suatu file, misalkan sebesar 2 KB, kita tahu persis berapa sector file itu menempati ruang disk. 2 KB = 2 cluster. 2 cluster = 4 sector. Jadi file sebesar 2 KB menempati 4 sector dalam disk.(http://keygenz.wordpress.com/)


Manusia menggunakan komputer untuk membuat, memanipulasi ataupun menyimpan berbagai macam informasi seperti angka, huruf, kalimat, gambar, suara dan juga video. Informasi ini disimpan dalam komputer dalam sebuah format digital (lebih sering kita sebut dengan ‘data digital’).

Data yang tersimpan dalam komputer tersebut sebenarnya merupakan kumpulan dari angka 0 dan 1. Kumpulan angka 1 dan 0 inilah yang sering diterjemahkan sebagai ‘bit’ dari data biner.

Jika didalam kehidupan sehari-hari kita dapat menentukan kecepatan sebuah kendaraan entah itu motor ataupun mobil, begitu pula dengan ketika terjadinya transfer data dalam jaringan komputer.

Beberapa satuan standar transfer data yang sering dipergunakan dalam jaringan komputer adalah :


Bit:
Bit adalah ukuran terkecil data dalam sebuah komputer. Bit biasanya hanyalah merupakan pilihan antara 0 dan 1. Dimana 0 biasanya berarti ‘Off’ dan 1 berarti ‘On’. Pada akhirnya komputer akan mengkombinasikan kedua pilihan tersebut menjadi format digital yang lebih kompleks untuk merepresentasikan data.
istilah Bit mulai diperkenalkan oleh seorang statistik terkenal John Tukey pada tahun 1946.

bps:
bit per second. Jumlah bit yang ditransfer dalam satu detik.

kbps:
kilo bits per second. Jumlah kilobits yang ditransfer dalam satu detik.
1 kbps = 1 x 10^3 bit/second = 1000 bit/second.

Byte:
Byte adalah merupakan kumpulan beberapa bit (1 Byte = 8 bit ). Byte biasanya merepresentasikan sebuah karakter (Misalkan seperti A, ?, -, dll). Karakter ini bisa berupa huruf, angka ataupun simbol tertentu.

Bps:
Byte per second. Jumlah byte yang ditransfer dalam satu detik.

KBps:
Kilo Byte per second. Jumlah KiloByte yang ditransfer dalam satu detik.
1 KBps = 1 x 2^10 byte/second = 1,024 byte/second

bit mempergunakan satuan desimal oleh sebab itu :

1 kilobit = 1 x 10^3 bit = 1000 bit

sedangkan byte mempergunakan satuan biner, oleh sebab itu :

1 KiloByte = 1 x 2^10 = 1024 Byte.

Berikut ini satuan Byte lainnya:

1 byte = 8 bits
1 kilobyte (K / KB) = 2^10 bytes = 1,024 bytes
1 megabyte (M / MB) = 2^20 bytes = 1,048,576 bytes
1 gigabyte (G / GB) = 2^30 bytes = 1,073,741,824 bytes
1 terabyte (T / TB) = 2^40 bytes = 1,099,511,627,776 bytes
1 petabyte (P / PB) = 2^50 bytes = 1,125,899,906,842,624 bytes
1 exabyte (E / EB) = 2^60 bytes = 1,152,921,504,606,846,976 bytes

Huruf "K" (huruf k besar) dipergunakan untuk satuan KiloByte, sedangkan
huruf "k" (huruf k kecil) untuk satuan kilobit.

Contoh perhitungan Byte dan Bit.
Misalkan anda memiliki sebuah file yang terdiri dari 100.000 kata dan anda ingin tahu berapa lama kita bisa mendownload file tersebut melalui internet yang memiliki koneksi 33.600 bps.
  • Asumsikan dalam setiap kata terdiri dari 5 huruf/karakter. Berarti jika ada 100.000 kata, maka anda memiliki 500.000 huruf/karakter
  • Setiap karakter terdiri dari 1 Byte, berarti anda memiliki 500.000 Byte
  • Setiap Byte terdiri dari 8 bit, berarti 500.000 Byte yang anda miliki bernilai 500.000 x 8 = 4.000.000 bit
  • Selanjutnya 4.000.000 bit yang anda miliki dibagi dengan 33.600 = 119 detik
  • Artinya waktu anda untuk mendownload file yang memiliki 100.000 kata kurang lebih 119 detik (2 menit) dengan kecepatan akses 33.600 bps
Dalam jaringan komputer, biasanya Byte dan bit dipakai utk menggambarkan kecepatan transfer/download data.

Satuan KBps (KiloByte/second) dipakai jika data di sini secara umum memakai Byte untuk satuannya (contohnya seperti protokol-protokol yang ada pada level aplikasi seperti http,ftp,smtp,dsb).

Sedangkan kbps (kilobit/second) dipakai jika data yang ditransfer memakai bit untuk satuannya (contohnya adalah protokol-protokol layer 2 ke bawah seperti ethernet yang mentransfer data dalam frame-frame).

Itu sebabnya kecepatan sebuah modem tertulis = 33.6 kb/s (karena modem termasuk dalam protokol layer 2 kebawah seperti halnya ethernet), sedangkan saat kita mendownload sebuah file, maka browser akan memperlihatkan (misal) 3 KB/s (karena browser terkoneksi dengan protokol http/ftp).

System EBCDIC
EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code) menggunakan 8-bit guna menyajikan data yang ada. Dengan adanya 8-bit ini, tentu saja jumlah data yang disajikan menjadi lebih besar, yaitu sebanyak 28 atau 256 kombinasi. 4 karakter yang berada disebelah kiri disebut sebagai zone-bits, dan 4 karakter sisanya disebut sebagai numerik bits. Kode-kode ini banyak digunakan oleh komputer IBM ataupun peralatan yang menggunakan standart IBM.

System ASCII
ASCII (American Standart Code for Information Interchange), menggunakan 7-bit guna menyajikan beberapa data. Sistem ini digunakan oleh beberapa pabrik komputer secara bersama-sama sehingga menghasilkan suatu standart yang baku untuk semua jenis komputer. Walaupun ASCII menggunakan kode 7-bit , tetapi dalam pelaksanaannya tetaplah 8-bit yang digunakan. Sebab masih menggunakan extra bit yang digunakan untuk mendeteksi pelbagai kesalahan yang timbul.


Referensi:
http://www.google.com with a keyword different between bit and byte :-D

NB : Kenapa 1 Byte = 8 bit?
Pertama, saat masih jaman punch card (kartu berlubang). Kedua, saat jaman pertama munculnya teknologi prosesor yang berbasis 8 bit.

Cerita pertama. Punch card teknologi terakhir mampu menangani karakter sejumlah 64 karakter dimana tiap karakter dikodekan dalam susunan 8 kombinasi lubang. IBM, selaku produsen mesin punch card, menyebut kombinasi 8 lubang tsb dengan ‘byte’ yang katanya semakna dengan ‘octet’. Meskipun begitu, kombinasinya masih belum dalam format ASCII karena waktu itu memang belum ada standarisasi ASCII.

Cerita kedua, lanjutan dari cerita pertama. Teknologi punch card ini kemudian berkembang menjadi teknologi prosesor yang saat itu baru mampu bekerja dalam kombinasi biner 8 digit. Maka diadopsilah kombinasi 8 lubang punch card ke dalam biner 8 digit yang semakin ‘menguatkan’ istilah ‘byte’.

Demikianlah, akhirnya ‘byte’ kemudian dipake sebagai satuan 8 digit biner. Sehingga walaupun teknologi prosesor berkembang hingga mampu bekerja dalam 16 digit, tetap disebut sebagai 2 byte.

Kemudian, sekedar menambah informasi. Karakter ada dua jenis, yaitu singlecode character dan unicode character. Keterbatasan standar ASCII yang hanya mengenali sejumlah 256 karakter tidak lagi mencukupi kebutuhan perkembangan IT yang semakin mendunia. Pada awalnya, hal ini diatasi dengan mengembangkan character encoding yang memetakan ulang 256 karakter untuk wilayah2 tertentu. Misalnya, di Asia karakter ke-60 adalah ‘A’, tapi di Eropa karakter ke-60 adalah ‘À’. Tapi ini jadi masalah saat tulisan Eropa (dengan encoding Eropa) mau dibaca di Asia (dengan encoding Asia) karena tulisannya jadi kacau balau. Karena itu dikembangkanlah standar baru yang disebut unicode character dimana satu karakter tidak lagi diwakili 1 byte, melainkan 2 byte.

Referensi:
- http://www.bobbemer.com/BYTE.HTM
- http://www.unicode.org/standard/WhatIsUnicode.html

(http://dgk.or.id/)
Semoga bermanfaat.

SETTING INTERNET MENGGUNAKAN HP



Pada saat ini internet menggunakan Provider Cellular adalah solusi alternatif dan tercepat dalam mengakses internet. Kita tidak perlu harus menyediakan Modem dan line tlp atau bahkan mengurus registrasi berlangganan ISP tertentu. Namun dalam hal ini ttp ada konsekuensinya yaitu tarif yang lumayan Mahal. Sekedar catatan, saat ini tarif akses GPRS termurah adalah pada IM3 & MENTARI dengan tarif Rp 1,-/kb (Kalau blm berubah). Sedang provider lain macam XL dan Telkomsel masih terbilang tinggi. Ini terbukti ketika sebelum saya posting tulisan ini, saya mencoba akses GPRS menggunakan Kartu HALLO TELKOMSEL. Saya membuka Blog saya dan mengedit untuk menambah kan satu Link setelah itu merefresh kembali Blog. Bukan main terkejut ketika melihat biaya penggunaan terakhir adalah Rp 18rb'an. Ini bukan promosi dsb, tapi sekedar saran untuk mengakses GPRS gunakan IM3 atau MENTARI dengan dengan tarif Rp 1,-/kb. Oke kembali ke masalah, untuk menggunakan Ponsel sebagai modem kita harus melakukan beberapa setting pada modem yang terdeteksi di PC dan setting GPRS atau Internet Account pada Ponsel. Berikut langkah-langkahnya Dengan Asumsi ponsel sudah terdeteksi sebagai modem :

1. Klik kanan mykomputer -properties dan klik tab hardware dan klik device manager. Kemudian perhatikan Modem yang terdeteksi.

2. Double klik pada modem ponsel yang terdeteksi, kemudian klik tab advanced. Lalu isikan pada field Extra setting seperti berikut :

3. Pada akhir kode terdapat tulisan "internet", Ganti lah kode tersebut dengan "satelindogprs.com" apabila menggunakan MATRIX/MENTARI, "www.indosat-m3.net" menggunakan IM3 dan "www.xlgrps.net" apabila menggunakan XL. Kode "internet" seperti contoh di atas apabila menggunakan TELKOMSEL.

Oke, setelah itu buat panggilan DIAL UP seperti biasa dan masukan User Name dan Password serta dial Number nya. Berikut daftar masing-masing Provider.

TELKOMSEL
User : wap
Password : wap123
Dial : *99***1#

MATRIX
User : [kosongkan]
Password : [kosongkan]
Dial : *99***1#

MENTARI
User : indosat
Password : indosat
Dial : *99***1#

IM3
User : gprs
Password : im3
Dial : *99***1#

IM3 (DURASI) Rp 100,-/menit
User : indosat@durasi
Password : indosat@durasi
Dial : *99***1#

XL
User : xlgprs
Password : proxl
Dial : *99***1#

Fren (Mobile-8)
User : m8
Password : m8
Dial : #777

TELKOMFLEXY
User : telkomnet@flexi
Password : telkom
Dial : #777

STARONE
User : starone
Password : indosat
Dial : #777

Sebagai saran, apabila wilayah sobat sudah tercoverage 3G gunakan Modem 3G atau ponsel yang sudah mendukung 3G. Karena sesuai pengalaman saya kemarin browsing menggunakan Ponsel 3G SE P990i via IM3 bandwich rata-rata yang saya dpt 200kbps ketika di cek di http://sijiwae.net/speedtest. Jauh sekali perbedaan nya ketika dulu saya masih mengakses via GPRS menggunakan Nokia 3650 dengan InfraRed sebagai media nya. Bandwich yang saya dapat tidak pernah lebih dari 50kbps :D... , Oke selamat mencoba, Salam Sukses ....

PROFILE

Foto saya
Palopo, Sul-SEL, Indonesia
"Belajar dan terus belajar agar menjadi anak yang beguna"

Kenanganku..

Kenanganku..

Arsip Blog